BREAKING NEWS

Kapal Tertahan di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Ini Penjelsan Second Officer KM. Sabuk Nusantara 85


EDITOR KOTA | SELAYAR — Kondisi cuaca di perairan laut Maumere Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dikabarkan masih cukup ekstrim. Gelombang tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan puluhan armada kapal penumpang dan cargo harus tertahan dan menunda keberangkatan.

Second Officer KM. Sabuk Nusantara 85, Laode Muhammad mengutarakan, cuaca di sekitar Pelabuhan Laurentius Say Maumere, masih lumayan ekstrim. 

Akibatnya, puluhan unit armada kapal harus memilih bertahan dan berlindung di Pelabuhan Maumere.

Pelabuhan Laurentius Say Maumere Kabupaten Sikka, dipadati oleh puluhan unit armada kapal penumpang dan cargo. 

Lima kapal diantaranya yang sampai hari ini, Minggu (18/1) masih tertahan di area pelabuhan terdiri atas KM. Sabuk Nusantara 101, KM. Tresnawati, KM. Sabuk Nusantara 31, KM. Sabuk Nusantara 85 dan KM. Maloli.

KM. Maloli dikabarkan sudah hampir kurang lebih sepekan tertahan dan berlindung di Pelabuhan Laurentius Say Maumere.

Laode Muhammad menandaskan, pihak operator menyerahkan sepenuhnya keputusan jadwal pemberangkatan kapal kepada pihak kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) selaku regulator pemilik kewenangan pengawasan, pengelolaan keselamatan, keamanan, serta penegakan hukum keselamatan pelayaran.

Pihakn operator, kata dia, tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan kewenangan dan mengintervensi kebijakan yang dikeluarkan kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP).

Oleh karenanya, dia berharap agar pengguna jasa dan penumpang KM. Sabuk Nusantara 85 tetap bersabar menunggu kepastian jadwal pemberangkatan dari Pelabuhan Laurentius Say Maumere  yang akan disampaikan menyusul, tandasnya, pada Minggu, (18/1) siang. (Fad)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image